Senin, 22 Oktober 2012

PERBEDAAN BUNGA NOMINAL DAN EFEKTIF DAPAT MEMAKAI RUMUS DAN CONTOH KASUS


PERBEDAAN BUNGA NOMINAL DAN EFEKTIF DAPAT MEMAKAI RUMUS DAN CONTOH KASUS
Dalam sebuah lembaga keungan seperti bank ada 2 jenis bunga yang dipakai yaitu sebagai berikut:
1. Tingkat Bunga Nominal
Tingkat bunga nominal (atau tingkat persentase tahunan) adalah laju
tahunan yang sering dikatakan sebagai berikut: pinjaman ini adalah
pada tingkat bunga 12% per tahun, digandakan bulanan.
perhatikan bahwa ini bukan tingkat bunga per periode
2. Tingkat Bunga Efektif
Tingkat bunga efektif adalah laju tahunan yang dihitung menggunakan
tingkat periode yang diturunkan dari laju nominal.
Misalkan
r = tingkat bunga nominal per tahun (selalu per tahun)
M = jumlah periode pembungaan dalam setahun
ief = tingkat bunga efektif per tahun (selalu per tahun)
Kemudian tingkat bunga per periode bunga (i) adalah
i = r / M (2.12)
tingkat bunga efektif adalah
(1+ief) = (1+r/M)M (2.13)
atau
i = (1+r/M)M – 1 (2.14)
Contoh bisa dilihat sebagai berikut
Selama bertahun-tahun, kartu kredit biasanya mengenakan bunga 18%
untuk pinjaman yang belum dibayarkan.
ief = (1+0.18/12)12 – 1
ief = 0.1926 atau 19.26%

Metode penghitungan bunga pinjaman

Metode bunga EFEKTIF

Metode ini menghitung bunga yang harus dibayar setiap bulan dengan saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya.
Misalkan anda mengajukan kredit dengan jangka waktu 24 bulan sebesar rp.24.000.000 dengan bunga 10% pertahun dan anda berniat melakukan pembayaran pokok pinjaman sebesar rp.1.000.000 setiap blnnya dengan asumsi suku bunga tetap selama masa kredit.


Rumus perhitungan bunga:
BUNGA = SALDO POKOK PINJAMAN x SUKU BUNGA PERTAHUN x (30/360)

Bunga efektif bulan pertama :
= rp 24.000.000 x 10% x (30/360)
= rp 200.000
Angsuran pokok plus bunga yang harus dibayar bulan pertama :
= rp 1.000.000 + 200.000
= rp 1.200.000
Bunga efektif bulan kedua :
= rp 23.000.000 x 10% x (30/360)
= rp 191.666,67
Angsuran pokok plus bunga yang harus dibayar bulan kedua :
= rp 1.000.000 + 191.666,67
= rp 1.191.666,67
Angsuran bulan kedua LEBIH KECIL dari angsuran pertama demikian pula untuk bulan-bulan selanjutnya semakin menurun dari waktu kewaktu.

Metode bunga ANUITAS


Merupakan modifikasi dari metode efektif. Metode ini mengatur agar jumlah angsuran yang harus dibayar setiap bulannya sama. Misalkan anda mengajukan pinjaman dengan jangka waktu 24 bulan sebesar rp 24.000.000 dengan bunga 10% pertahun dengan asumsi suku bunga kredit tidak berubah selama masa kredit.

Rumus perhitungan bunganya sama dengan metode efektif :
BUNGA = SALDO POKOK PINJAMAN x 10% x (30/360)

Bunga anuitas bulan pertama :
= rp 24.000.000 x 10% x (30/360)
= rp 200.000
Angsuran pokok plus bunga yang dibayar bulan pertama :
= rp 907.478 + 200.000
= rp. 1.107.478
Bunga anuitas bulan kedua :
= rp 23.092.552 x 10% x (30/360)
= rp 192.438
Angsuran pokok plus bunga yang dibayar pada bulan kedua :
= rp 915.040 + 192.438
= rp 1.107.478
Angsuran bulan kedua SAMA DENGAN angsuran bulan pertama dan akan tetap sama sampai dengan selesainya jangka waktu kredit.


Metode bunga FLAT
Metode ini menghasilkan nilai bunga yang sama setiap bulannya karena bunga dihitung dari prosentase bunga x pokok pinjaman
Misalkan anda mengajukan kredit dengan jangka waktu 24 bulan sebesar rp 24.000.000 dgn suku bunga flat sebesar 5,3739% pertahun.

Rumus perhitungannya:
BUNGA perBULaN = (POKOK PINJAMAN x SUKU BUNGA KREDIT x JANGKA WAKTU KREDIT) : JUMLAH BULAN DALAM JANGKA WAKTU KREDIT.

Dengan perhitungan ini bunga flat tiap bulan selalu sama yaitu:
= (rp 24.000.000 x 5,3739% x 2) : 24
= rp 107.478
Angsuran pokok plus bunga yang harus dibayar :
= rp 1.000.000 + 107.478
= rp 1.107.478
Angsuran bln pertama :
Angsuran pokok plus bunga yang harus dibayar :
= rp 1.000.000 + 107.478
= rp 1.107.478 Angsuran pinjaman bulan kedua :
Angsuran pokok plus bunga yang harus dibayar adalah :
= rp 1.000.000 + 107.478
= rp 1.107.478

Berdasarkan contoh kasus disini dapat disimpulkan bahwa untuk jangka waktu kredit 2 tahun maka SUKU BUNGA EFEKTIF 10% pertahun akan menghasilkan angsuran yang sama dengan SUKU BUNGA FLAT 5,3739% pertahun.

HAL YANG PERLU DIKETAHUI:
>> Dalam menetapkan SUKU BUNGA KREDIT banyak bank mengunakan METODE FLAT sehingga suku bunga terkesan lbh rendah.
Untuk itu anda perlu menanyakan ke bank berapa sebenarnya SUKU BUNGA EFEKTIF yang diterapkan sebelum mengajukan kredit.
>> Jika ingin membandingkan suku bunga antar bank pastikan anda mengetahui METODE PERHITUNGAN BUNGA yang diterapkan oleh setiap bank.
>> Untuk menghitung SALDO POKOK PINJAMAN, bank biasanya mengunakan METODE EFEKTIF. Jadi pada saat mengajukan kredit perlu bertanya apakah ada penyesuaian terhadap perbedaan saldo pinjaman antara yang mengunakan SUKU BUNGA EFEKTIF dengan yang mengunakan SUKU BUNGA FLAT jika ingin melakukan pelunasan pinjaman lebih cepat sebelum masa kredit berakhir.
>> Mintalah jadwal dan komposisi perhitungan bunga dan angsuran pokok pinjaman dari bank supaya anda dapat mengatur dana yang harus disediakan setiap bulan.
>> Pastikan anda mengetahui SIFAT SUKU BUNGA yang dikenakan bank, FLOATING (mengambang) atau FIXED (tetap). Jika suku bunga bersifat mengambang (FLOATING) maka apabila terjadi kenaikan suku bunga, biaya bunga dan angsuran pinjaman akan naik dan juga sebaliknya jika suku bunga turun.
Cara Menghitung Bunga Efektif
Selain bunga flat, perhitungan bunga yang banyak dipakai adalah bunga efektif. Bunga efektif banyak dipakai karena dirasa lebih fair perhitungan bunganya.

Bunga hanya dihitung dari sisa pinjaman yang belum dikembalikan. Jadi bila kita sudah mencicil beberapa kali, maka bunga dihitung dari sisa pinjaman yang belum dicicil.
Karena bunga yang dibayar semakin mengecil, maka angsuran per bulannya jadi semakin sedikit.
Bunga efektif biasanya dipakai untuk kredit berjangka menengah sampai panjang misalnya KPR, kredit usaha, dll.
Perhitungan Bunga Efektif
Prinsip dari perhitungan bunga efektif, adalah cicilan pokok per bulannya tetap, dan bunga per bulan dihitung dari sisa cicilan yang belum dibayar.
Misal:
P = pokok pinjaman
i = suku bunga per tahun
t = lama kredit dalam bulan
Maka:
Cicilan pokok per bulan = P / t
Bunga bulan ke z = (P -  ((z - 1) x Cicilan pokok )) x i / 12
Contoh kasus:
Budi meminjam uang di bank sebesar Rp 60.000.000,- dengan bunga kredit efektif 14% per tahun. Bank memberikan kredit dengan jangka waktu 60 bulan.
Berapakah angsuran yang harus dibayar Budi?
P = Rp 60.000.000,-
i = 14%
t = 60 bulan
Cicilan pokok per bulan = Rp 60.000.000,- / 60 = Rp 1.000.000,-
Bunga bulan ke-1 = (Rp 60.000.000,-  - (0 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 =  Rp 700.000,-
Cicilan bulan ke-1 = Rp 1.000.000,-  +  Rp 700.000,- = Rp 1.700.000,-
Bunga bulan ke-2 = (Rp 60.000.000,-  - (1 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 =  Rp 688.333,33
Cicilan bulan ke-2 = Rp 1.000.000,-  +  Rp 688.333,33 = Rp 1.688.333,33
Bunga bulan ke-3 = (Rp 60.000.000,-  - (2 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 =  Rp 676.666,67
Cicilan bulan ke-3 = Rp 1.000.000,-  +  Rp 676.666,67 = Rp 1.676.666,67
......
Bunga bulan ke-11 = (Rp 60.000.000,-  - (10 x Rp 1.000.000)) x 14% / 12 =  Rp 583.333,33
Cicilan bulan ke-11 = Rp 1.000.000,-  +  Rp 583.333,33 = Rp 1.583.333,
 
http://www.simulasikredit.com/cara-menghitung-bunga-efektif/

CaRa Memahami berbagai konsep bunga

Sindonews.com - Sebagai penulis buku dan pengajar Matematika Keuangan dan Matematika Ekonomi & Bisnis, membuat soal ujian adalah bagian dari pekerjaan rutin saya.

Anda ingin tahu soal favorit yang kerap saya tanyakan untuk mengetes logika keuangan mahasiswa ekonomi dan bisnis? Inilah beberapa di antaranya yang mungkin perlu Anda ketahui sebagai investor dan praktisi keuangan.

Pertama, mahasiswa keuangan dan akuntansi harus dapat menjelaskan persamaan dan perbedaan antara suku bunga (r) dan tingkat diskonto (d). Dua istilah itu berarti sama untuk valuasi produk jangka panjang yang biasanya di perdagangkan di pasar modal seperti saham dan obligasi.

Namun, untuk produk jangka pendek di pasar uang yang biasanya dijual dengan diskon (discount securities) seperti Sertifikat Bank Indonesia, surat perbendaharaan negara (SPN), sertifikat deposito, dan commercial paper (CP), keduanya berbeda.

Contoh riilnya, ketika kita membeli sebuah sekuritas Rp98 juta untuk menjadi Rp100 juta dalam tiga bulan, kita memper oleh tingkat diskon 2% selama periode itu. Suku bunga untuk kasus ini adalah 2/98 atau 2,04%.

Jika kita membayar Rp100 juta untuk menerima kembali Rp102 juta, kita mendapatkan suku bunga 2%. Ini ekuivalen dengan tingkat diskon 1,96% untuk periode yang sama. Mahasiswa kelas saya sebagian besar mampu menghitung suku bunga yang ekuivalen untuk tingkat diskon tertentu dan sebaliknya seperti di atas. Yang sering membuat mereka bingung soal tingkat diskon ini dan sempat menanyakan saya adalah mengapa matematika dan aplikasi tingkat diskon di kehidupan nyata berbeda.

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita mendengar kata diskon, bukankah kita cukup menguranginya saja untuk mendapatkan harga akhir? Jawaban saya adalah, karena dalam pasar barang dan jasa tidak ada variabel waktu (t) seperti dalam pasar keuangan. Di pasar riil, P = S – Sd, sedangkan di pasar keuangan P = S – Sdt.



Matematika tingkat bunga
Kedua, dalam Matematika Keuangan ada banyak konsep bunga seperti bunga sederhana, bunga majemuk, bunga biasa, bunga tepat, bunga mengambang, bunga tetap, bunga nominal, bunga flat, bunga efektif, bunga diskrit, dan bunga kontinu. Inilah sebabnya Matematika Keuangan juga dikenal sebagai matematika tingkat bunga.

Bunga majemuk berbeda dari bunga sederhana, bunga biasa berbeda dari bunga tepat, bunga mengambang tidak sama dengan bunga tetap, demikian juga bunga efektif, bunga nominal, dan bunga flat. Bunga diskrit (i) juga tidak sama dengan bunga kontinu (r). Mahasiswa keuangan dan akuntansi harus dapat mencari suku bunga diskrit yang ekuivalen untuk suku bunga kontinu tertentu, dan sebaliknya serta tingkat bunga efektif untuk setiap tingkat bunga flat yang diberikan.

Yang paling saya tekankan tentang beragam suku bunga ini adalah bunga efektif versus bungaflat. Tentang dua suku bunga inilah artikel-artikel pertama saya di media massa sekitar enam tahun lalu. Mungkin Anda pernah membaca artikel saya berjudul “Jangan mau terus dibohongi bank” dan “Mencicil itu memberatkan”. Di mata saya, mahasiswa keuangan dan akuntansi yang belum dapat menghitung bunga efektif dari setiap tawaran kredit belum cerdas finansial.

Tanpa memahami kedua istilah bunga ini, sangat mungkin mereka percaya begitu saja bunga flat yang disampaikan bank untuk kredit motor, mobil, dan pinjaman dana tunai. Gampangnya, bunga efektif semua tawaran itu adalah 1,5 kali hingga 2 kali bunga flat-nya.

Ketiga, lulusan keuangan dan akuntansi mesti mampu menghitung bunga efektif penawaran barang secara kredit dengan benar ketika ada diskon tunai. Soal ini bersama soal mencari bunga efektif tabungan pendidikan dan produk keuangan/investasi yang marak di sekitar kita adalah soal kegemaran saya untuk ujian karena kita hadapi sehari-hari. Berikut ilustrasinya.

Sebuah sofa berharga Rp10 juta dapat dibeli dengan tunai atau kredit. Untuk pem belian tunai akan diberikan diskon tunai 10%. Sementara untuk pembelian kredit tidak ada diskon ini dan pembeli harus menyetor uang muka 20% atau Rp2 juta, dan sisanya dilunasi dengan 10 angsuran bulanan Rp1 juta mulai bulan depan.

Menurut Anda, berapa uang yang terutang? Tanpa mengetahui utang yang benar, dapat dipastikan kita akan salah dalam menghitung bunga efektifnya. Yang tidak cerdas finansial, mungkin sekitar 8 atau 9 orang dari 10 orang, akan mengatakan kalau jumlah utang Rp8 juta dan bunga efektif menjadi 4,28% per bulan. Yang benar adalah utang hanya Rp7 juta karena harga tunai barang itu Rp9 juta, dan bukan Rp10 juta.
Sadarlah bahwa harga Rp10 juta itu sudah mengandung bunga. Karena itu, bunga efektif per bulan adalah 5,34%. Jika belum dapat menerima penjelasan saya di atas, Anda masih perlu mengasah logika keuangan Anda. Sangat mungkin Anda pun percaya bahwa bunga kredit 0% untuk pembelian apartemen itu benar dan tidak bohong.

Anuitas biasa vs di muka
Keempat, perbedaan antara anuitas biasa dan anuitas di muka, baik dalam hitungannya maupun dalam penyusunan skedulnya. Aplikasi kedua konsep ini ada di sekitar kita. Untuk menyusun skedul angsuran kredit pemilikan rumah (KPR) dan amortisasi diskon/premium obligasi, kita menggunakan anuitas biasa. Namun, untuk skedul kredit motor, mobil, diperlukan anuitas di muka.

Mahasiswa bisnis harus mampu me nyusun keduanya. Tidak boleh dilu pa kan, mereka juga mesti dapat menyusun skedul lengkap tabungan atau sinking fund untuk dua anuitas ini secara ma nual. Dalam mengajar, saya percaya pepatah, “I hear I forget, I see I remember, and I do I understand.” Dalam buku dan banyak artikel yang saya tuliskan, saya selalu mengingatkan bahwa selama ada uang muka, yang fair itu adalah anuitas biasa.

Anuitas di muka adalah akal-akalan bank atau kreditor untuk menguntungkan dirinya sekaligus merugikan debiturnya. Bukankah angsuran pertama yang dibayarkan pada hari transaksi adalah sama dengan uang muka? Anuitas di muka adalah fair dan tidak merugikan jika dan hanya jika tidak ada uang muka selain angsuran itu.

Memilih bank dan Biaya kredit
Ada dua faktor utama yang harus diperhatikan dalam memilih bank, yakni faktor keamanan dan keuntungan. Kedua faktor ini umumnya bertolak belakang. Artinya, kalau uang aman biasanya tidak untung, malah ada yang sampai rugi. Contohnya yaitu menabung di bank-bank yang ada biaya administrasinya. Uang akan tetap aman tetapi bunganya sangat kecil dan tidak sebanding dengan biaya administrasi bulanan yang apabila dihitung-hitung kembali jumlahnya tidak sedikit. Misalkan saldo tabungan yang dimiliki sebesar Rp. 1 juta dan selama 6 bulan tidak pernah ada transaksi bisa jadi jumlahnya tidak pernah bertambah malah mungkin berkurang karena terus terpotong biaya administrasi.
Jika mau untung besar, menurut pendapat kami lebih baik berpikir untuk menempatkan dana di investasi. Misalnya membeli saham, beli reksadana, masuk unit link dan sebagainya. tetapi resikonya juga besar, karena sewaktu-waktu harga saham bisa turun drastis dan uang menjadi tidak aman.
Selain kedua faktor tersebut, berikut adalah pertimbangan yang dapat digunakan oleh perusahaan maupun individu untuk dapat memilih bank yang tepat;

1. Kesediaan menanggung resiko
Penyebaran kantor cabang dan peran serta bank pada berbagai jenis industri akan mengakibatkan resiko suatu bank lebih kecil dibanding bank yang hanya menangani satu industri.
2. Nasihat dan penyuluhan
Bank bersedia membantu perusahaan yang diberi kredit agar terus tumbuh sehingga dapat menjadi nasabah penting bagi bank tersebut.
3. Loyalitas kepada nasabah
Merupakan ukuran tingkat kemitraan suatu bank terhadap para nasabahnya. Misalnya jika nasabahnya dalam masa sulit, nasabah akan diberikan jalan keluar untuk memperbaiki keadaannya.
Dengan lebih terspesialiasinya pelayanan bank, diharapkan pengalaman dan hubungan yang erat dengan bidang usaha nasabah akan mendorong bank untuk lebih kreatif dalam bekerja sama dan aktif memberi dorongan bagi perusahaan dibidang tersebut.
4. Jumlah kredit maksimum
Jumlah kredit yang dapat diberikan kepada nasabah tergantung pada besar kecilnya modal bank yang bersangkutan. Apabila bank tersebut bermodal kecil, kemampuannya dalam menyediakan kredit terbatas.
5. Merchant banking
Bank tidak hanya memberikan kredit tetapi juga mempunyai penyertaan modal serta memberikan nasihat keuangan kepada perusahaan yang bersangkutan.
6. Jasa-jasa lainnya
Contoh, bank memberikan layanan transfer dana dan negosiasi letter of credit.
Dalam memilih kredit perbankan, perlu diperhatikan sifat/ciri kredit bank, sehingga nasabah dapat memperhitungkan/mempertimbangkan sisi baik dan buruk dari kredit perbankan yang akan diambilnya.
Adapun sifat/ciri kredit bank yang dimaksud adalah:
1. Jatuh tempo
2. Promes (promissory note), yaitu: dokumen yang memuat jumlah pinjaman, suku bunga, jadwal angsuran, agunan dan persyaratan serta ketentuan lain yang telah disepakati pihak bank dan peminjam.
3. Saldo kompensasi, yaitu saldo minimum yang harus ada direkening giro (jumlahnya sekitar 10 – 20% dari kredit yang diberikan oleh bank).
4. Plafon kredit/line of credit, berupa jumlah kredit maksimal yang disepakati akan diberikan bank kepada nsabahnya untuk periode tertentu.
5. Credit revolving, berupa plafon kredit formal yang diberikan kepada perusahaan oleh bank/lembaga keuangan bukan bank. Ini hampir sama dengan plafon kredit, bedanya adalah credit revolving punya ikatan hukum dan dibebani premi.
Agar nasabah tidak merasa tertipu dengan biaya kredit bank, berikut metode yang dapat digunakan untuk menghitung biaya kredit bank, sebagai berikut:
a. Simple interest
Adalah bunga yang dikenakan atas jumlah pinjaman yang sesungguhnya & bunga ini dibayar pada saat kredit jatuh tempo.
Suku bunga efektif sederhana = bunga
——————————- x 100%
Pinjaman yang diterima
b. Discount interest
Merupakan bunga yang dihitung berdasarkan nilai nominal kredit, tetapi bungan ini dibayar dimuka sehingga jumlah bersih yang diterima peminjam lebih kecil daripada nilai nominal kredit.
Suku bunga efektif diskonto = bunga
———————————— x 100%
Nilai nominal kredit – bunga
c. Add-on interest
Bunga yang dihitung dari jumlah kredit yang diterima dan ditambahkan kembali kejumlah kredit tersebut guna menentukan nilai nominal kredit yang akan dibayar secara cicilan. Misalnya kredit cicilan mobil atau alat-alat rumah tangga.
Suku bunga efektif add-on = bunga
——————————- x 100%
(jumlah yang diterima)/2
C. Sumber dana jangka pendek
Apabila tanpa jaminan, sumber dana jangka pendek dapat berupa kredit dagang, sedangkan apabila dengan jaminan, sumber dana jangka pendeknya adalah kredit bank. Bentuk-bentuk jaminan untuk kredit bank misalnya: surat berharga (marketable securities), piutang atau persediaan.
Sumber pembelanjaan piutang dagang terdiri dari:
1. Factoring à cara mendanai piutang dagang dengan menjual piutang dagang yang dimiliki perusahaan kepada lembaga keuangan non bank (facctor). Penjualan dilakukan dengan hak regres (with recourse), yaitu pembeli surat piutang (factor) dapat menuntut penjual untuk membayar seandainya factor tidak dapat menagih piutangnya dari pihak yang berutang atau tanpa hak regres (without recourse), yaitu: risiko atas tidak tertagihnya piutang tersebut telah seluruhnya menjadi tanggung jawab lembaga keuangan non bank.
2. Pledge of accounts receivables à tujuannya adalah agar perusahaan menggadaikan/menjual piutang dagangnya agar dapat memperoleh dana dari lembaga keuangan non bank dengan hak regres. Risiko tidak tertagih ditanggung oleh penjual/peminjam. Perusahaan yang menggadaikan piutangnya diminta untuk mengikat perjanjian dengan suatu ikatan yang disebut jaminan gadai/cessie/assignment of accounts receivable.
3. Bankers acceptance facility à timbul dari suatu transaksi jual beli dengan menggunakan alat pembayaran dalam bentuk banker’s LC (Letter of Credit)
Sumber pembelanjaan untuk persediaan, terdiri dari:
1. Blanket inventory lien à merupakan sumber pembelanjaan jangka pendek dengan persediaan jaminan dimana persediaan bebas diperjual belikan dan persediaan yang dipinjamkan tetap disimpan digudang peminjam. Di indonesia disebut kredit dengan jaminan fidusia
2. Trust receipts à merupakan sumber pembelanjaan jangka pendek dengan persediaan sebagai jaminan. Disini perusahaan yang meminjam masih boleh menjual persediaan tetapi hasil penjualan harus langsung dipindahkan ke pemberi pinjaman setiap harinya. Persediaan dapat disimpan ditempat peminjam atau digudang umum.
3. Field warehouse financing à merupakan sumber pembelanjaan jangka pendek dengan persediaan sebagai jaminan dan persediaan yang dijaminkan disimpan digudang umum. Peminjam (orang yang meminjamkan) tidak berhak menjual. Jadi pengawasan secara fisik dilakukan perusahaan perdagangan umum. Persediaan dilepaskan hanya atas ijin kreditur (pemberi pinjaman).
saran: untuk memulai pinjaman dalam bentuk apapun yang terutama pendekatan dan sering satu sama lain yang sudah memahami bagai mana cara proses untuk meminjam suatu materi ke koperasi maupun bank karena banyak sedikitnya perbedaan bunga mungkin berbeda dengan yang lain tentu ada yang berbeda jadi alangkah baik nya untuk meminjam suatu implasi yang dapat membantu untuk memulai suatu usaha yang tepat dan akuran agar memulai pinjaman tidak terlalu menyusahkan yang si peminjam maupun para constumer atau awak bank,maupun pijaman dalam bentuk lain nya.

1 komentar:

  1. Apakah Anda mencari bantuan finansial? Mr Kester Brawn adalah pemberi pinjaman pinjaman perorangan yang memberi pinjaman untuk setiap pencari pinjaman di seluruh dunia, kami menawarkan pinjaman dengan tingkat bunga 2% dan sejak jumlah $ 1000 / euro ke $ 100.000 atau euro. Jika Anda tertarik hubungi kami dengan email kami kersterbrawnloanfirm@outlook.com dan merasa keluar informasi pemohon pinjaman di bawah ini dan mengembalikannya.

    Formulir Aplikasi Kredit

    Nama Lengkap ........
    Negara .......
    Negara ....
    Alamat ......
    Sex .....
    Umur ......
    Agama .....
    Jumlah Pinjaman Dibutuhkan .....
    Durasi .....
    Pekerjaan ........
    Nomor Telepon .....
    Tujuan dari Pinjaman ......
    Status perkawinan .....
    Pendapatan Bulanan ....
    Alamat Email ...

    terima kasih
    Mr Kester Brawn
    kersterbrawnloanfirm@outlook.com

    BalasHapus